Membekas di alam fikiran
Hijau hangatmu daun
Merah Februari hari ke dua puluh empat
Setelah mengarungi masa yang diisukan kiamat
Bening nafasmu angin
Transisi embunmu pagi, ke jantung kain kuningku
Menciptakan ku bermain di kemimpian
Mustahil kurasakan tuk melihat realita munculnya bintang fajar
Samar-samar televisi berngiang
Kurasakan bawah sadarku berat
Semakin tak bisa ku menentang
Semakin ku terbawa
Jiwaku terseret, sangat dalam membuatku menjadi golput
Tak kudengar kicauan ibu-ibu jogging di pagi hari
Karena hari itu, hari pemilihan gubernur Jawa Barat
-MV- (via riszkymfahreza)
Wedaaaas broooooh
Pasca Jokowi terpilih, wacana politik lokal kembali pada wacana lama; berharap ratu adil datang membereskan hiruk pikuk. Yang pro menyoraki, yang kontra mengutuk. Tapi pada dasarnya mereka nyaris seragam. Mereka yang berharap pada ratu adil, berharap segelintir elit akan merubah nasib mereka. Beruntunglah mereka yang menyadari bahwa hidup terlalu pendek untuk mengimani sebuah dunia yang dapat diselamatkan oleh seorang kapitalis yang baik seperti Bruce Wayne.
martabak sejatinya adalah makanan orang-orang kesepian yang dikurung malam